Selasa, 23 Juni 2009

Kehidupanku

Sejak kecil aku tidak menonjol sedikitpun, tak seoranpun menyadari keberadaanku. Ada aku atau tidak bagi mereka sama saja. Aku ingin berubah tapi merasa tak bisa, apakah aku akan selamanya seperti itu yah?

Hidup ku nggak pernah sekalipun enak, setiap hari aku menangis sedih di kamar karena nggak ada teman satupun yang bisa kuajak mengobrol dan mencurahkan kesedihanku ini.

Mau bukti orang-orang tidak menyadari kehadiranku ?

  1. Saat makan di kafe sendiri aku teriak manggil pelayannya 2 jam baru dia datang ke meja untuk memenuhi pesananku, saat itu perutku sudah lapar dan aku ingin sekali menangis
  2. Saat ada wisata sekolah aku ditinggal pergi begitu saja tanpa melihat kalau ada aku yang memanggil mereka di dalam bus. Hatiku merasa sakit dan ingin menangis lagi.
Apakah aku memang seharusnya nggak usah hidup aja yah?

Cinta

Cinta

Apakah arti cinta sesungguhnya?
Apakah yang membuat cinta begitu istimewa?
Begitu pertanyanku dalam hati.
Saat itu aku masih anak-anak
Anak-anak yangbelum mengerti apa-apa
Mungkin begitu pikir orang-orang dewasa

Sekarang aku mulai dewasa
Mulai mengerti banyak hal
Termasuk arti cinta sesungguhnya

Cinta
Dia begitu indah
Begitu hangat
Membuat aku melupakan segalanya
Kesedihan, kemarahan, kebencian
Hilang karena cinta

Terima kasih cinta

Harimau


Harimau atau macan tergolong dalam kerajaan hewan dalam filum kordata (mempunyai saraf tulang belakang), sub-filum vertebrata (bertulang belakang), kelas mamalia (berdarah panas, berbulu dengan kelenjar susu), pemakan daging (karnivora), keluarga felidae (kucing), genus panthera, spesies tigris (harimau).

Harimau biasanya memburu mangsa yang agak besar seperti rusa sambar, kijang, babi, kijang, kancil, tetapi akan memburu hewan kecil seperti landak apabila mangsa yang agak besar itu tidak ada.


Monyet


Monyet adalah hewan mamalia dari jenis primata. Saat ini telah ditemukan kurang lebih 264 spesies monyet di dunia. Karena persamaan fisiknya dengan monyet, beberapa jenis kera seperti simpanse dan gibbon kadang-kadang disebut juga sebagai monyet. Dalam bahasa Banjar disebut warik dan dalam bahasa Makassar disebut dareq.